Soroti Kemacetan di Jalan Kamboja, Tokoh Masyarakat Desak BRI Segera Tepati Janji Usai RDP dengan DPRD

BANDAR LAMPUNG, (SA) – Benson Wertha, tokoh masyarakat Kecamatan Bandar Lampung, menyoroti lambannya respons pihak Bank Rakyat Indonesia dalam menangani persoalan kemacetan yang kerap terjadi di ruas Jalan Kamboja, tepat di sekitar kantor wilayah bank tersebut.

Menurut Benson, persoalan kemacetan di kawasan itu bukan hal baru. Bahkan, beberapa waktu lalu telah digelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama anggota DPRD Kota Bandar Lampung dan organisasi perangkat daerah terkait, termasuk Dinas Perhubungan Kota Bandar Lampung, guna mencari solusi atas kondisi lalu lintas yang dinilai semakin mengganggu aktivitas masyarakat.

Dalam forum tersebut, kata Benson, pihak BRI menyampaikan komitmen untuk segera mencari jalan keluar, salah satunya dengan menyiapkan lahan parkir tambahan agar kendaraan nasabah tidak memadati badan jalan dan memicu kemacetan.

“Janji itu sudah disampaikan dalam RDP. Namun sampai hari ini masyarakat belum melihat langkah nyata. Mana janji dan tindakan mereka? Kok lamban sekali,” ujar Benson, yang juga berprofesi sebagai pengacara dan berdomisili di sekitar Jalan Kamboja, saat dimintai keterangan, Rabu (13/5/2026).

Benson menilai, sebagai salah satu bank milik negara terbesar dan tertua di Indonesia, BRI semestinya mampu menyelesaikan persoalan teknis seperti penyediaan lahan parkir.

Ia menegaskan, keberadaan kantor besar di pusat kota tidak seharusnya justru menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar.

“Ini kantor wilayah, institusi besar, bank tertua. Masa persoalan seperti ini tidak bisa dipecahkan? Jangan sampai masyarakat terus dirugikan karena kemacetan yang terjadi hampir setiap hari,” tegasnya.

Warga sekitar, lanjut Benson, berharap pihak BRI segera menepati komitmen yang telah disampaikan di hadapan DPRD dan pemerintah kota.

Mereka juga meminta para wakil rakyat tidak berhenti pada forum rapat semata, tetapi terus melakukan pengawasan terhadap realisasi kesepakatan yang telah dibuat.

Masyarakat khawatir, apabila persoalan tersebut terus dibiarkan tanpa penanganan serius, bukan hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga berpotensi menimbulkan insiden di jalan raya.

“Kami berharap DPRD terus memantau dan mendesak BRI agar segera merealisasikan solusi yang dijanjikan. Jangan sampai muncul hal-hal yang tidak diinginkan akibat kemacetan yang terus berulang,” ujar Marli salah seorang warga setempat.

Kemacetan di Jalan Kamboja selama ini disebut dipicu oleh kendaraan nasabah dan aktivitas operasional di sekitar kantor wilayah BRI yang menggunakan badan jalan sebagai area parkir sementara, terutama pada jam kerja dan jam sibuk.

Kondisi itu kerap dikeluhkan pengguna jalan karena mempersempit akses lalu lintas di salah satu ruas strategis di pusat Kota Bandar Lampung. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *