Inagurasi PKPA PERADI Bandar Lampung 2026, Tandai Lahirnya Calon Advokat Berintegritas

BANDAR LAMPUNG, (SA) – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai acara inagurasi peserta Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan I Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Bandar Lampung di Hotel Holiday Inn, Bandar Lampung, Jumat (30/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian pendidikan yang telah berlangsung selama lebih dari satu bulan, sejak 24 April hingga 30 Mei 2026.

Bagi para peserta, momen ini bukan sekadar seremoni akhir pendidikan, melainkan simbol dimulainya perjalanan panjang menuju profesi advokat yang profesional, berintegritas, dan berkomitmen terhadap penegakan hukum.

Acara dibuka langsung oleh Ketua DPC PERADI Bandar Lampung, Bey Sujarwo, dan berlangsung dalam suasana khidmat namun tetap penuh keakraban.

Sejumlah tokoh dan pengurus PERADI dari tingkat nasional maupun daerah turut hadir memberikan dukungan dan motivasi kepada para calon advokat.

Di antara yang hadir tampak Zul Armain, Wiwik, Rozali Umar, Bambang Handoko, Sukarmin, serta Prabu Bungaran, bersama sejumlah advokat senior lainnya yang selama ini aktif memberikan kontribusi dalam pendidikan profesi hukum.

Selama mengikuti PKPA, para peserta mendapatkan berbagai materi penting yang menjadi fondasi profesi advokat.

Materi tersebut tidak hanya berfokus pada aspek teoritis hukum, tetapi juga menyentuh praktik penanganan perkara, etika profesi, teknik beracara, hingga tantangan yang dihadapi penegak hukum dalam menjalankan tugasnya di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.

Keunggulan program ini tidak hanya terletak pada kualitas materi yang disampaikan, tetapi juga pada keberadaan para pengajar yang berasal dari kalangan akademisi, hakim, advokat senior, dan praktisi hukum yang memiliki pengalaman panjang di bidangnya masing-masing.

Kehadiran mereka memberikan perspektif yang lebih luas mengenai dunia hukum yang sesungguhnya.

Atmosfer pembelajaran yang interaktif menjadi salah satu hal yang paling dirasakan peserta.

Berbagai diskusi, simulasi, hingga peradilan semu yang dilaksanakan selama pendidikan memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami bagaimana teori hukum diterapkan dalam praktik sehari-hari.

Selain memperkaya wawasan hukum, PKPA juga menjadi ruang untuk membangun jejaring profesional.

Selama satu bulan lebih mengikuti pendidikan, para peserta berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari sarjana hukum yang baru lulus hingga praktisi yang ingin memperdalam kompetensinya.

Interaksi tersebut melahirkan banyak diskusi produktif, solidaritas, dan hubungan pertemanan yang diharapkan dapat terus terjalin di masa mendatang.

Panitia penyelenggara dan jajaran DPC PERADI Bandar Lampung pun mendapat apresiasi dari para peserta atas dedikasi dan komitmennya dalam menyelenggarakan pendidikan secara profesional dan terstruktur.

Meskipun jadwal pembelajaran cukup padat, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik berkat koordinasi dan kerja sama yang solid.

Bagi para peserta, berakhirnya PKPA bukanlah akhir dari proses belajar. Justru setelah pendidikan ini selesai, masih terdapat tahapan berikutnya yang harus dilalui sebelum resmi menjalankan profesi advokat.

Karena itu, semangat untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas diri, dan menjaga integritas menjadi pesan yang terus mengemuka dalam acara inagurasi tersebut.

Profesi advokat sendiri memiliki peran strategis dalam sistem peradilan.

Advokat bukan hanya pendamping hukum bagi masyarakat, tetapi juga bagian dari penegak hukum yang memiliki tanggung jawab menjaga tegaknya keadilan, hak asasi manusia, dan supremasi hukum.

Melalui PKPA Angkatan I Tahun 2026, PERADI Bandar Lampung menunjukkan komitmennya dalam mencetak calon-calon advokat yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan tanggung jawab moral yang kuat.

Di tengah berbagai tantangan penegakan hukum saat ini, kebutuhan akan advokat yang berintegritas menjadi semakin penting.

Inagurasi yang berlangsung penuh kehangatan itu pun menjadi momentum refleksi bagi seluruh peserta.

Mereka menyadari bahwa kualitas seorang advokat tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan berargumentasi di ruang sidang, melainkan juga oleh kejujuran, profesionalisme, serta keberpihakan kepada nilai-nilai keadilan.

Dengan berakhirnya rangkaian PKPA Angkatan I Tahun 2026, lahirlah harapan baru bagi dunia hukum di Lampung.

Para calon advokat kini bersiap melangkah menuju tahapan berikutnya dengan bekal ilmu, pengalaman, dan jaringan yang telah dibangun selama masa pendidikan, untuk kemudian mengabdikan diri sebagai bagian dari penegak hukum yang menjaga marwah profesi advokat dan memperjuangkan keadilan bagi masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *