Tempat Diskusi & Bedah Film Pesta Babi Pindah, Panitia Pastikan Acara Tetap Digelar

BANDAR LAMPUNG, (SA) – Pesta Babi yang rencananya akan dibedah dalam sebuah diskusi publik di Universitas Malahayati dipastikan tetap digelar meski lokasi acara berpindah dari area kampus ke tempat lain.

Panitia menegaskan, perubahan tempat tidak akan menghentikan agenda diskusi yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Mei 2026. Sikap tersebut disampaikan di tengah polemik pembubaran pemutaran film serupa di sejumlah daerah.

Ketua pelaksana, Muhammad Yasir Setiawan, menjelaskan bahwa sebelumnya panitia memperoleh informasi dari BEM Universitas Malahayati bahwa kegiatan telah mendapatkan persetujuan rektorat. Informasi itu diterima pada 13 Mei 2026 sekitar pukul 15.49 WIB.

Namun sehari kemudian, pada 14 Mei 2026 pukul 15.03 WIB, panitia kembali menerima kabar bahwa pihak kampus belum dapat memberikan izin penggunaan lokasi karena pada waktu yang sama akan digelar kegiatan sosial santunan anak yatim.

“Apapun dasar dan alasannya, baik memang seperti yang disampaikan ataupun ada hal lain yang tidak kami ketahui, kami tetap menghormati keputusan tersebut,” kata Yasir.

Meski demikian, panitia memastikan diskusi publik dan bedah film tetap berjalan. Menurut Yasir, kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup, peka terhadap persoalan sosial, serta memperkuat budaya dialog yang sehat dan terbuka.

Sebagai langkah cepat, panitia kemudian memindahkan lokasi acara ke sebuah kafe di kawasan Jalan Pramuka, Bandar Lampung, yakni Rumah Jus, yang berada tidak jauh dari kampus.

Selain lokasi baru, panitia juga memastikan enam pemantik diskusi telah terkonfirmasi hadir dari berbagai latar belakang. Mereka antara lain Irfan Tri Musri, Dian Wahyu Kusuma, Mokhram Ari Arbi, M. Arif Sanjaya, Hermawan, serta M. Syukron Muchtar.

Kegiatan ini juga akan menghadirkan moderator Sujarwo Songha, yang dikenal sebagai pembawa acara asal Lampung. Sementara penutupan akan disampaikan langsung oleh Muhammad Yasir Setiawan selaku ketua pelaksana.

Sementara itu, Adit Gumilang membenarkan keterlibatannya dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut diskusi dan bedah film Pesta Babi merupakan langkah progresif untuk membuka ruang dialog yang kritis, edukatif, dan berorientasi pada peningkatan kesadaran sosial masyarakat.

“Film dapat menjadi media edukasi, refleksi, sekaligus penguatan nilai demokrasi dan kebebasan berpikir di tengah kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Panitia berharap kegiatan ini menjadi ruang edukasi publik yang sehat, terbuka, dan berani membicarakan persoalan sosial maupun lingkungan secara kritis, namun tetap damai. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *