BANDARLAMPUNG, (SA) – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung Muhammad Ariesman Akbar, SH, melakukan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (IPWK), di Kelurahan Sukarame Baru Kecamatan Sukarame, Sabtu (24/1/2026).
Akbar sapaan akrab anggota Fraksi Partai Golkar ini, mengaku senang bisa bersilaturrahmi dengan masyarakat di Kelurahan Sukarame Baru.
Akbar menilai silaturrahmi sangat penting. Karena silaturrahmi melancarkan rejeki. “Mudah-mudahan dengan silaturahim bisa mendatangkan kesehatan buat kita, dengan silaturahim ibu-ibunya dan bapak-bapaknya yang punya hutang, hutangnya lunas,” ujar Akbar disambut kata-kata amin kompak oleh peserta.
Dalam kesempatan ini, Akbar memberi waktu kepada masyarakat untuk menyampaikan pertanyaan kepada peserta. Bahkan peserta “ditantang” untuk menyampaikan pertanyaan. “Ibu-ibu, Bapak-bapak ada yang ditanyakan. Silahkan tanya buk, tentang apa aja boleh tentang urusan rumah tapi kalau rumah, urusan suami. Urusan sekolah boleh. Atau yang mau nanya soal pribadi saya juga boleh,” ujar Akbar.
Menurut Akbar, pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, bukan menggurui, tapi mengingatkan kembali pentinya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
Anggota DPRD Bandarlampung yang masih lajang ini juga tampak akrab dengan warga. Usai kegiatan dia selalu berbincang-bincang dengan warga.
Akbar juga terlibat diskusi dan menerima usulan dari Ibu Aryani Ketua RT 11 Keluragan Sukarame Baru.
Dalam kegiatan sosialisasi pembinaan Ideologi Pancasila di Kelurahan Sukarame Baru, Akbar menghadirkan dua nara sumber yaitu, H. Benny HN Mansyur, SH, Ketua DPW Persadin Provinsi Lampung dan Ali Wardana, S.IP, Pemerhati masalah Sosial Kemasyarakatan Kota Bandarlampung.
Pembicara pertama Ali Wardana menyoroti pentingnya pendidikan moral bagi generasi muda. Ia tidak membahas secara detail tentang sejarah lahirnya Pancasila.
Ali Wardana juga menyinggung soal media sosial. Keberadaan media sosial jangan sampai menimbulkan masalah hukum bagi kita. Jangan mudah terprovokasi, karena kecerobohan dalam menelan informasi bisa berdampak hukum.
Karena itu, jangan mudah terprovokasi media sosial. “Jadikanlah medsos sebagai peluang untuk mencari informasi yang positif dan peluang mencari uang. Jangan sampai, medsos menjadi petaka bagi kita,” ujar Ali Wardana.
Sedangkan pembicara kedua Benny HN Mansyur mengupas masalah nilai-nilai sila dalam Pancasila. Peserta IPWK juga diberi pemahaman tentang arti dan makna yang ada di lambang Burung Garuda.
Jumlah bulu yang ada pada Garuda Pancasila terkait dengan kelahiran Negara Kesatuan Republik Indonesia, di antaranya:
Bulu pada sayap kanan dan kiri, masing-masing berjumlah 17 helai (menunjukkan tanggal 17).
Bulu ekor berjumlah delapan helai (menunjukkan bulan 8 atau Agustus).
Di bawah kalung perisai yang menghubungkan dengan ekor terdapat bulu berjumlah 19 dan bulu pada leher berjumlah 45 (menunjukkan angka tahun 1945).
Benny juga mengupas nilai-nilai sila dalam Pancasila. Ia mengupas nilai Pancasila mulai dari sila pertama sampai sila kelima. Yang terpenting dalam pengamalan nilai-nilai Pancasilan dimulai dalam lingkungan keluarga. (*)
