BANDAR LAMPUNG, (SA) — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung menjadikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1447 Hijriah sebagai momentum penting untuk memperkuat pembinaan keagamaan bagi jajaran petugas dan warga binaan, Jumat (23/01/2026).
Peringatan Isra Mi’raj tahun ini mengusung tema “Dengan Meneladani Kisah Perjalanan Rasulullah SAW, Mari Kita Tingkatkan Kualitas Ibadah Kita”. Tema tersebut menegaskan komitmen Lapas Narkotika Bandar Lampung dalam membangun kepribadian dan spiritualitas warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan menyeluruh.
Kegiatan diisi dengan tausiyah keagamaan yang disampaikan oleh Ustadz Aiptu H. Sofyan Mu’arif. Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh peserta untuk meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW, terutama dalam menjaga konsistensi ibadah dan memperbaiki perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
“Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah, tetapi pesan spiritual yang mengajarkan pentingnya shalat, keikhlasan, serta perubahan diri ke arah yang lebih baik,” ujar Ustadz Sofyan dalam tausiyahnya.
Peringatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Jumadi, serta diikuti oleh seluruh pejabat struktural dan warga binaan. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, mencerminkan semangat kebersamaan dan refleksi diri di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Narkotika Bandar Lampung, Jumadi, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan seperti peringatan Isra Mi’raj merupakan bagian penting dari program pembinaan kepribadian di dalam lapas.
“Melalui pembinaan keagamaan, kami berharap warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mengalami perubahan positif secara mental dan spiritual sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Melalui momentum Isra Mi’raj ini, Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung berharap seluruh jajaran dan warga binaan semakin termotivasi untuk memperbaiki diri, meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memperkuat nilai-nilai spiritual demi kehidupan yang lebih baik di masa depan. (*)
